Optimalisasi Fungsi Lahan Bantu Peningkatkan Populasi Ternak

0
4

Banjarbaru – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,  Drs  H Abdul Haris, MSi menaruh harapan besar agar  Dinas Perkebunan dan Peternakan se Kalimantan Selatan untuk lebih mengoptimalkan fungsi lahan yang ada di kabupaten/kota, guna meningkatkan populasi sapi di banua.

Hal tersebut disampaikan Sekda Abdul Haris di sela-sela pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Upaya Khusus  Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) Banjarbaru, Senin (13/11)
“Waktu saya melakukan kunjungan kerja ke Selandia Baru, ketika menuju tempat acara, sepanjang jalan yang saya lewati itu ternak semua. Kemudian saya berpikir ingin seperti itu, lahan di tempat kita juga cukup luas.  Para peternak hidupnya sangat makmur, saya pikir semua itu bisa dilakukan di sini asalkan kita mau bergerak bersama dan memiliki komitmen kuat,” ucapnya.

Masih tersedianya lahan yang luas di daerah ini, penting bagi  Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk membuat pilot project di suatu daerah khusus untuk mengembangkan peternakan, saya ingin Kalsel menjadi salah satu lumbung ternak.
Selain itu, hal yang juga harus dilakukan adalah bagaimana Pemprov Kalsel bisa merangkul para pengusaha ternak yang ada di luar Kalsel untuk bisa mengembangkan usahanya di Kalimantan Selatan. Untuk itu dirinya menjamin mereka setidaknya ada 2 hal yang menyangkut  kenyamanan berinvestasi yakni perizinan yang mudah dan rasa aman dalam berinvestasi.

“Ke depan kita tidak ingin ternak sapi merupakan usaha sampingan tetapi ini menjadi tulang punggung dari masyarakat,, mudah-mudahan kegiatan ini harus kita lanjutkan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menuju swasembada sapi yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026 yang akan datang,

Sekda menilai sektor peternakan mempunyai masa depan yang cerah untuk dikembangkan. Bebeapa wilayah di Kalsel sangat potensial untuk pengembangan ternak di daerah kita ini lahan untuk mengembangkan lahan masih cukup luas, lahan perkebunan yang tersedia baru dimanfaatkan baru 64,36persen dari lahan potensial yang pemanfaatanya bisa dikombinasikan dengan sektor peternakan. Ke depan lahan-lahan pertanian dan perkebunan ini kira dapat terintegrasi dengan ternak.

Disampaikanya, pusat-pusat pembibitan dan kantong ternak di pedesaan sebagai penyedia pangan protein hewani harus terus dipacu dan ditingkatkan, rakor ini sudah baik baik namun hal yang lebih penting lagi hasil-hasil daro rakor ini harus ditindak lanjuti dengan cepat dan tepat sasaran. Rakor ini juga jangan sampai hanya jadi realisasi kegiatan, paradigma berpikir kita tentang kegiatan harus berubah bukan hanya terlaksana dan anggaran terserap tetapi harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov Kalsel Rita Savita mengatakan kegiatan UPSUS SIWAB di Kalimantan Selatan berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dari target 35.266 ekor jumlah akseptor yang ditargetkan, per tanggal 12 Nopomber 2017 sudah tercatat sebanyak 29.053 ekor yang telah dlakukan Inseminasi Buatan atau sekitar 82,38 persen. Jumlah ini menjadikan Kalimantan Selatan masuk dalam 8 besar pelaksanaan UPSUS SIWAB. (humpro)