Anugerah Kihajar Award 2017 Bukti Kepala Daerah Peduli Pendidikan

0
4

PRESTASI NASIONAL- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy menyerahkan Anugerah Ki Hajar Dewantara 2017 kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Gusti Yanuar Rifa’i, mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin, di Kantor Kemendikbud RI Jakarta, Kamis (16/11/2017) malam.

WhatsApp Image 2017-11-19 at 17.25.45
FOTO BERSAMA- Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel Gusti Yanuar Rifa’i, Kadisdik H Muhammad Yusuf Effendi dan Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Hj Ratna Rosana sambil menunjukan trofi dan piagam penghargaan berfoto bersama usai menerima penghargaan Ki Hajar Dewantara 2017, Kamis (16/11/2017).

Jakarta – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, menerima Anugerah Kihajar Award 2017, Kategori Khusus, diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia , di Jakarta, Kamis (16/11/2017) malam.
Penghargaan Kihajar atau Kita Harus Belajar ini diberikan kepada kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi serta peduli dalam memberikan dukungan nyata bagi penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan.
Penghargaan Kihajar 2017 kepada Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, diserahkan langsung Menteri Mendikbud Muhajir Effendy bersama enam gubernur lain yang juga menerima penghargaan tertinggi di bidang pendidikan itu.
Paman Birin( sapaan akrab Gubernur Kalsel, red) sendiri, pada malam itu tidak bisa berhadir karena pada saat bersamaan sedang melaksanakan tugas ke luar daerah. Ia diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Gusti Yanuar Rifa’i, Kadisdik HM Yusuf Effendi dan Kepala Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pemprov Kalsel.
“Saya sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Prestasi nasional ini milik semua insan pendidikan beserta stake holder terkait. Kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah, terutama dalam mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di lembaga pendidikan,” ucap Paman Birin, saat diminta tanggapan.
Anugerah Kihajar 2017, lanjutnya, diharapkan akan menjadi ruh untuk semakin memberikan semangat kuat bagi insan pendidikan agar terus berkarya dan berinovasi sesuai kompetensi dan keahlian di miliki.
Pria kelahiran 12 November 1967 ini, menambahkan, Anugerah Ki Hajar Award sangat selaras dengan visi dan misi Kalsel di bidang pendidikan, yakni mewujudkan Kalsel Cerdas melalui peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan kepada kepala daerah tersebut, termasuk Gubernur Kalsel, karena peduli dalam memfasilitasi dan mendukung pengembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi pembelajaran di sekolah.
“Salah satu wujud dari dukungan itu adalah melalui kebijakan-kebijakan daerah yang terukur terbukti membantu bagi pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hasil dari kebijakan tersebut memudahkan pihak lembaga pendidikan dalam menerapkan TIK.
Selain Gubernur Kalsel, terdapat kepala daerah lain yang juga mendapat penghargaan Ki Hajar. Mereka adalah Gubernur Sulawesi Utara, Jawa Barat , Jawa Timur , Jawa Tengah, Gubernur Maluku.
Proses seleksi untuk mendapatkan penghargaan ini sendiri cukup ketat. Setiap daerah harus melewati sejumlah seleksi. Mulai dari proses pendaftaran dan pelengkapan berkas hingga penilaian yang dilakukan Oktober hingga awal November 2017.
Tim juri yang menilai terdiri dari praktisi TIK, akademisi perwakilan media, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta internal dari Kemendikbud.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, H M Yusuf Effendi, mengatakan keberhasilan Paman Birin meraih anugerah ini tidak lepas dari kepedulian dan komitmen beliau terhadap pengembangan TIK.
Dipaparkan, ada empat hal yang menjadikan Paman Birin berhasil meraih Anugerah Kihajar 2017 ini, yaitu keberpihakan anggaran, arah kebijakan, pengembangan, dan implementasi dari TIK dalam dunia pendidikan di Kalsel.
Kadisdik berharap dengan diraihnya Anugerah Kihajar 2017 oleh Paman Birin dapat menjadi semangat bagi insan pendidikan dan pemangku kepentingan, untuk terus berkomitmen dalam memajukan dunia pendidikan di Kalsel. (humpro)