Investasi Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat

0
2

Gubernur H Sahbirin Noor melalui Plh Sekdaprov Kalsel H Siswansyah SH, MH, saat menerima kunjungan SKK Migas Kegiatan Hulu Migas di Wilayah Kalsel, di Ruang Rapat PM Noor, Perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa (6/3).

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menegaskan, semua investasi yang sudah atau akan masuk di Kalimantan Selatan harus memberikan dampak multif efek bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, mengatakan kesuksesan investasi tidak hanya dilihat dari keuntungan yang diterima. Lebih penting dari itu adalah seberapa besar mampu membuka lapangan kerja baru dan bisa meningkatkan kesejahhteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur H Sahbirin Noor melalui Plh Sekdaprov Kalsel H Siswansyah SH, MH, saat menerima kunjungan SKK Migas Kegiatan Hulu Migas di Wilayah Kalsel, di Ruang Rapat PM Noor, Perkantoran Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa (6/3).
Menurut H Siswansyah, melalui pertemuan tersebut gubernur juga mengharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan bertukar informasi, terkait peluang atau potensi sumber-sumber migas baru di Kaimantan Selatan.
Terkait pertemuan dengan jajaran SKK Migas Wilayah Kalsel, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel kedua belah pihak saling bertukar informasi dan koordinasi sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.
Sementara itu Manajer Senior Hubungan Masyarakat SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Sebastian Julius, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahimi, saling bertukar informasi dan menyampaikan perkembangan kegiatan usaha hulu migas di Kalsel.
“Paling penting lagi adalah kami bisa mendengar saran dan pendapat dari Pemprov Kalsel untuk kelancaran kegiatan Hulu Migas,” tandasnya.
Sebastian juga memaparkan capaian produksi nasional 2017 yakni nyampaikan bahwa sebesar 2.162 ribu barel per hari atau 101.4% dari target Work Program and Budget Revisi (WP&B Revisi) 2017, sebesar 2.133 ribu barel perhari.
Terdiri dari realisasi prodiksi minyak bumi nasional sebesar 801.4 ribu barel per hari atau sekitar 99,7% dari target WP&B Revisi 2017, sebesar 803.9 ribu barel per hari, dan realisasi produksi gas bumi sesesar 1360,9 ribu barel perhari, atau sekitar 102.4% dari target WP&B Revisi 2017 sebesar 1329.3 ribu barel.
Sedangkan capaian lifting migas secara nasional untuk tahun 2017 sebesar 1.944 ribu barel per hari yang terdiri dari realisasi lifting minyak bumi sebesar 803.8 ribu barel per hari atau 98.6% dari target APBN 2017 yang sebesar 815 ribu barel per hari.
Untuk realisasi lifting gas nasional 2017 sebesar 1.140 barel perhari atau sekira 99,2% dari taret APBNP 2017 yang sebesar 1.150 ribu barel per hari, disanding lifting migas tersebut mka capaian penerimaan negara dari hulu migas nasional RI adalah sebesar 13.2 Miliar USD atau 108% dari target APBNP 2017 yang sebesar 12.2 miliar. (cindy)