BRG Uji Coba Long Storage Pembasahan Lahan Gambut di Kalsel

0
4

1524906768639_1bnky_jpdjbu

Martapura – Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead, mengatakan lembaganya dan Kementerian PUPR sedang menguji coba pembuatan long storage untuk pembasahan lahan gambut di Kalimantan Selatan. Menurut Nazir, BRG terus berupaya memulihkan kawasan dan mengembalikan fungsi ekologis gambut akibat kebakaran hutan dan lahan pada 2015.
Nazir mengatakan long storage ini mengalirkan air ke lahan gambut untuk menjaga kelembaban dan tinggi muka air tanah. Namun, ia tidak menyebutkan lokasi uji coba long storage tersebut.
“Long storage ini membasahi dengan mengalirkan air ke lahan gambut, selain membangun infrastruktur sumur bor, sekat kanal, dan bekerja sama dengan petani di lahan gambut,” kata Nazir Foead selepas membuka Jambore Masyarakat Gambut ke-2 di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (28/4/2018).
Ia menuturkan BRG mesti menjaga kelembaban lahan gambut di atas level 60 persen agar mencegah kerusakan dan kebakaran. Di beberapa lokasi restorasi gambut, Nazir pernah mendapati tingkat kelembaban lahan di atas 80 persen.
Namun, Nazir juga menemukan kelembaban lahan gambut di kisaran 50 persen yang berstatus waspada. “Belum merah, tapi harus waspada. Kelembaban idealnya 58-60 persen, di bawah itu harus waspada,” kata Nazir Foead.
Itu sebabnya, BRG dan instansi teknis gencar membangun infrastruktur pembasahan lahan gambut, seperti sekat kanal dan sumur bor. Selain infrastruktur, Nazir merangkul warga desa/kelurahan yang tinggal di lahan gambut untuk merawat dan mengembangkan potensi berbasis lahan gambut, seperti pertanian, perikanan, dan produk UMKM berbahan tanaman lahan gambut.
Nazir Foead mengapresiasi peran Kalimantan Selatan dalam mendukung program restorasi gambut bagi upaya pelestarian ekosistem gambut. Menurut dia, salah satu bentuk dukungan nyata lewat partisipasi dan kesediaan Kalsel menjadi tempat penyelenggaraan Jambore Maayarakat Gambut Nasional 2018.
Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bambang Hendroyono, mengatakan Kalsel perlu mengambil peran strategis dalam upaya penyelamatan lahan gambut. “Atas nama Kemenerian LHK, kami mengapresiasi gerakan nyata pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan stakeholder lain di Kalimantan Selatan dalam mendukung gerakan pelestarian ekosistem gambut,” ucapnya.
Secara nasional, Bambang mengatakan ada penurunan luasan lahan terbakar dari 400 ribu hektare pada 2016 menjadi 160 ribu hektare pada 2017. Penurunan ini berkat sinergitas antar pihak menekan kebakaran hutan dan lahan lewat pencegahan.
Adapun Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, mengatakan terus berupaya mencegah karhutla dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai level desa, kecamatan, dan kabupaten/kota. Pihaknya sudah menggelar Apel Besar Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang melibatkan segenap lapisan masyarakat, relawan penangulangan bencana, satgas karhutla, dan perusahaan perkebunan sawit.
Sahbirin Noor juga mengapresiasi kesediaan peserta Jambore Masyarakat Gambut ke-2 untuk hadir di Desa Kiram. Lewat kegiatan ini, ia berharap peserta bisa meningkatkan kesejahteran masyarakat di sekitar lahan gambut.
“Hasil rekomendasi urun rembuk mayarakat gambut nasional, juga akan melahirkan ide dan gagasan cerdas bagi olah cipta dan karya produk produk bersumber dari lahan gambut yang bisa mendatangkan nilai ekonomi,” kata Sahbirin. (Diananta)