Kalsel Rentan Perdagangan Manusia

0
2

4de7-3636csiu5dj3km1w4bitca

BANJARBARU– Kalsel memiliki kerentanan terhadap peristiwa tindak pidana perdagangan orang. Karena provinsi ini terbuka dan mudah diakses, baik dari jalur laut, darat maupun udara.

Hat itu dikemukakan Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris, MSi, dalam Rakor Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Kalsel, Senin (30/4).

Menurut sekda, peristiwa perdagangan orang telah terjadi dimana-mana. Bahkan tidak hanya terjadi di wilayah perkantoran, tetapi juga sudah terjadi di pelosok.

“Karena kondisi demikian, semua memiliki tanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan tindak pidana orang. Apalagi ini kejahatanyang kejam dan pelanggaran terhadap HAM,” tegas sekda.

Untuk itulah, lanjut sekda, guna meminimalisir kasus TPPO , Pemprov Kalsel berkomitmen dalam melindungi perempuan dan anak yang sering menjadi objek kejahatan manusia.

“Sebelum terjadi goncangan yang besar dalam kasus perdagangan orang, keberadaan Gugus Tugas TPPO harus benar-benar mengoptimalkan perannya,” imbuh sekda.

Memang kasus-kasus TPPO, sambung sekda, hingga saat ini belum begitu mencuat. Meski demikian, gugus tugas tetap waspada dan melakukan upaya preventif untuk menghindari terjadinya kasus itu.

“Walaupun kasusnya tidak begitu mencuat, kita tetap harus waspada. Karena kejahatan tidak hanya ada niat, tetapi juga adanya kesempatan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalsel, Hj Husnul Hatimah, mengatakan, rakor bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, komitmen sinergi antar anggota gugus tugas dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO, serta penanganan korban dan penindakan terhadap pelaku.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan koordinasi dengan seluruh pihak untuk memantapkan peran gugus tugas.

“Gugus tugas tidak dapat melakukan tugasnya sendiri. Kita perlu bersama-sama berupaya mencegah perdagangan orang, termasuk peran aktif dari tokoh agama dan masyarakat ” ucapnya. (fah/foto: ist)