Rakyat Kalsel Dipuji Wantimpres

0
3

BANJARBARU– Provinsi Kalsel dengan jumlah penduduk sekitar 4,1 juta jiwa, di mata para tokoh nasional termasuk salah satu daerah yang aman dari berbagai macam konflik. Ini karena adanya unsur perekat antar komponen masyarakat, yakni toleransi dan kekerabatan.

Penilaian itu diutarakan, salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Abdul Malik Fadjar, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, di ruang PM Noor, Kantor Setdaprov, Banjarbaru, Jumat (4/5).

“Provinsi Kalsel termasuk daerah yang adem dalam dinamika politik akhir-akhir ini. Saya melihat ada ikatan-ikatan memperkuat itu. Salah satunya, ikatan kekerabatan yang masih cukup kuat. Saya pikir itu modal yang sangat baik,” imbuhnya.

Suasana kondusif itu, lanjut mantan Menteri Agama ini, harus tetap dipelihara, karena Kalsel bagian dari Indonesia.

Menjelaskan tugasnya, menurut Malik Fadjar, memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.

Sedang kunjungan kerjanya ke Kalsel, diakui Malik Fadjar, bukan untuk mencari-cari kesalahan. Tetapi mencari hal yang sangat penting untuk disampaikan kepada presiden.

“kita ingin memproleh informasi-informasi, seperti pendidikan, keagaman, kesejahteraan rakyat, sosial dan politik,” katanya.

Sementara Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, mengatakan, situasi kondusif yang tercipta hingga saat ini tentunya tidak lepas dari peran semua elemen, termasuk masyarakatnya.

Kondisi daerah yang aman dan damai merupakan modal utama dalam pembangunan. Terlebih pada tahun ini ada 4 Kabupaten di Provinsi Kalsel akan menyelenggarakan pilkada, yakni Tabalong, HSSelatan, Tapin dan Tanah laut.

“Meskipun Kalsel kondusif, kami tetap waspada dan terus bersinergi dengan anggota Forum Kooridinasi Pimpinan Daerah bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar suasana kondusif ini dapat terus dipertahankan,” ujar wagub (fah/foto: hum)