Keshalehan Santri Tebarkan Berkah untuk Banua

0
2

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Ketua PWNU Kalsel, H Abdul Haris, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, H Noor Fahmi, dan Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Syarifuddin, berbaur bersama alim ulama dan 5.578 santri/santriwati beristighosah bersama 2019, Kamis (24/10) pagi. Istighosah yang digelar di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin itu merupakan salah satu rangkaian dalam rangka Memperingati Hari Santri Nusantara 2019. Di hari yang bersamaan digelar kirap islami yang diikuti ribuan santri dengan iringan 98 mobil. Ribuan santri tersebut berasal dari pondok pesantren dan madrasah se Kota Banjarmasin. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengungkapkan syukur dan gembiranya atas Pelaksanaan Hari Santri Nusantara. “Selamat Hari Santri Nusantara 2019. Keshalehan santri turut menebarkan keberkahan untuk Banua,” ucap gubernur. Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalimantan Selatan, dalam sambutannya mengatakan, keberadaan bangsa Indonesia tidak luput dari peran jasa santri. Ini karena di masa penjajahan para santri dan para alim ulama sangat berperan untuk kemerdekaan Republik Indonesia. “Peran santri dan para kiai terhadap keberadaan negeri ini sangat luar biasa dan itu harus dipelihara dan dijaga,” kata Paman Birin. Selain itu, Paman Birin menuturkan, Kalimantan Selatan memiliki santri yang namanya dikenal keseluruh penjuru dunia karena keilmuannya yang tinggi, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan dan Syekh Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau abah Guru Sekumpul. “Dua tokoh ulama besar tersebut diharapkan bisa menjadi panutan para santri dalam menimba ilmu agama di pesantren,” ucap Paman Birin. Tidak berbeda dengan Paman Birin, Ketua PWNU Kalimantan Selatan, K.H Abdul Haris Makkie mengatakan di peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di tahun keempat ini harus disyukuri karena pemerintah pusat telah menetapkannya dalam kepres No. 22 tahun 2015 dan Undang-undang tentang pesantren yang dapat menjadi acuan atau patokan. “Artinya pemerintah telah memberi ruang kepada pesantren dan para santri untuk bersama-bersama membangun bangsa ini,” kata Haris yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Haris Menuturkan, saat ini para santri tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja tetapi juga belajar soal wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang mana menurutnya hal tersebut harus dibangun lebih kuat lagi. “Sehingga sinergi kemampuan pemahaman agama dengan kemampuan pemahaman kebangsaan kalau itu dapat disatukan maka bangsa ini dapat lebih maju dan besar lagi,” ucapnya. Adapun terkait perhatian pemerintah kepada para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Noor Fahmi mengatakan, pendidikan di pesantren sangat diperhatikan oleh pemerintah. “Pendidikan sudah sejajar dan setara dengan pendidikan umum termasuk ijazah yang setara. Jadi kalau ingin masuk atau melanjutkan ke perguruan tinggi tidak masalah,” pungkas Fahmi. Di Hari Santri Nusantara 2019, Paman Birin memberikan hadiah umrah kepada empat orang santri, pelajar madrasah aliyah serta ustadzah karena mampu menjawab pertanyaan seputar pengetahuan sejarah dan keagamaan. (end/bdm)