Serapan KUR Kalsel di Bawah 10 Persen

0
2

BANJARMASIN– Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalsel, masih jauh dari yang diharapkan, yakni masih di bawah 10 persen. Belum mampu berkembangnya KUR di Provinsi Kalsel,  apakah pelaku usahanya tidak berkeinginan memperoleh pembiayaan dari bank atau karena enggan berurusan dengan proses yang terbelit dan ruwet. Atau bisa jadi juga bank-bank, selain Bank Kalsel, memang ogah berurusan dengan para pelaku usaha KUR yang memang perkembangnya sulit diprediksi membuahkan keuntungan berlimpah.
“Karena itu kita harapkan, penjamin KUR tidak hanya Bank Kalsel. Tapi semua bank lain juga ikut. Tidak hanya masalah pembiayaan atau permodalan, juga pembinaan,” tegas Abdul Haris.
Hal tersebut dikemukakan Sekdaprov Kalsel itu pada Expo Pembiayaan KUR dan gelar produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Siring Menara Pandang, Sabtu (23/11).
Event hingga Minggu (24/11) itu, dihelat Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, merupakan sinergi antara pemerintah dan Bank Kalsel selaku Bank penjamin KUR. Menurut sekda, event ini sangat strategis dan perlu dukungan banyak pihak. Tak hanya pemerintah, tetapi juga para pelaku bisnis lainnya, untuk melakukan upaya peningkatan terhadap kegiatan UMKM.
“Perlu ada inovasi penguatan, agar yang kurang 10 persen tadi, bisa memanfaatkan fasilitas KUR ini,” ucapnya. 10 persen yang dimaksudkan sekda itu, dari 472 ribu pelaku usaha di Kalsel, hanya 46 ribu yang menggunakan fasilitas KUR. Selebihnya, menurut Haris, kebanyakan pelaku UMKM masih menggunakan jasa peminjaman non bank atau jalur lain yang tidak menggunakan jasa bank. Sementara menurut Ketua DPD Hipmikindo Kalsel, Yeni Mulyani dihadirkannya semua produk UMKM dari 13 Kabupaten/Kota se Kalsel di ekspo ini, diharapkan bisa mengakselerasi antara pemda, Bank Kalsel dan para pelaku usahanya, (rah/foto: ist)